Ayo Ke Bima (8) “Wisata Sejarah”

Bima, Harian amanat.com,- Makam Para Sultan dan Raja Bima terletak 1 km di sebelah selatan Istana kesultanan Bima.

Tepatnya di atas bukit yang diberi nama Dana Traha (Tanah Pusara Yang Bertahta), di Area Makam inilah Sultan Bima pertama yang merupakan penerima ajaran islam pertama di Bima, yakni Sultan Abdul kahir I dimakamkan.
Sultan Abdul Kahir I merupakan Raja Bima terakhir. Setelah menerima Ajaran Agama Islam Raja Bima berganti menjadi Sultan Bima,
Sultan Abdul Kahir I ( ma bata Wadu ).

Di samping makam Sultan Abdul kahir I yang berbentuk kubah seperti masjid ini, ada pula
makam almarhum Putra H.Abdul kahir, Sultan Muda sekaligus merupakan Bupati Bima pertama setelah berakhirnya pemerintahan swapraja.

di bukit Dana Traha ini ada beberapa makam lainnya milik kerabat para Sultan Bima, dan juga para pembesar agama Islam pada zamannya.

Seperti makam guru agama Islam dari Sultan Abdul kahir I Ma Kabata Wadu yakni Kadi Jalaludin.

Kadi Jalaludin adalah Guru agama dari Sultan Abdul kahir I, makam yang berbentuk piramida dengan bertuliskan huruf Arab dan ukiran kelopak bunga, yang menjadi ciri khas seni dari raja-raja Bima turun temurun hingga kesultanan Bima, terukir di pusara makam Kadi Jalaludin.

Ada juga makam Sultan Bima lainnya, seperti Sultan Hasanuddin.

Pada tahun 2013 di Dana Traha ini dimakamkan Sultan Bima yang ke-XVI yakni Bupati Bima 2005-2015, H Ferry Zulkarnain ST.

Di samping makam para Sultan ada juga makam kerabat dan Guru Agama dari Sultan Bima lainnya.

makam mertua dari Para Sultan Bima, dan juga Kerabat seperjuangan Sultan Bima saat melawan Penjajah. Seperti Makam Karaeng Lala, juga beberapa Karaeng lainnya yang berasal dari kerajaan Gowa Sulawesi.

Dahulu area Makam Dana Traha ini memiliki luas 50.000 hektar. Yakni meliputi seluruh Bukit dari Pinggir Sungai hingga Doro Londa.

Dari atas bukit Dana Traha ini, disamping kita bisa berziarah ke makam para Sultan, kitapun bisa memandang panorama Alam Kota dan Teluk Bima.

Saat kita memandang ke arah barat kita akan melihat indahnya kota dan Teluk Bima, sebelah utara akan kita lihat Istana kesultanan Bima dan Kediaman dari Sultan Abdul Kahir XV.
Jika memandang kearah timur, kita akan melihat bekas area pacuan kuda yang saat ini sudah menjadi Gedung Paruga Nae.
Sementara sebelah selatan merupakan seluruh bukit kompleks pemakaman para Raja/Sultan Bima, namun seiring waktu area pemakaman Sultan ini sudah menjadi milik umum.

Untuk mencapai bukit Dana Traha ini kita bisa berjalan kaki atau berkendaraan, tempat ini banyak dikunjungi peziarah dari pagi hingga malam hari.
Setiap Kamis sore atau dimalam Jumat saat bulan purnama banyak peziarah yang berdoa bahkan nginap.

Ayo ke berziarah ke makam para Sultan Bima,
kita bisa menikmati panorama kota dan teluk Bima di atas bukit Dana Traha.

#jaga alam kita

#alam jaga kita

#jaga budaya dan adat istiadat kita

#dunia akan jaga kita.(Sri)