Ramadhan Yaa Ramadhan (2)

    Harian amanat.com,- WAKTUNYA SEBENTAR, HIKMAH BERLIMPAH

    Bulan ramadhan 1442 H kina telah berada ditengah-tengah dan bersama kita.

    Selama sebulan penuh kita akan bersahabat dan berjalan beriringan denganya.
    Dalam kurun waktu tersebut kita akan memperoleh berbagai hikmah dan kenikmatan berlimpah baik dirasakan secara langsung pada saat sekarang maupun pada saat nanti, baik masih ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia.

    Ramadhan dengan waktu yang relatif singkat tersebut memanjakan manusia dengan berbagai hikmah dan berlipat pahala yang akan diperolenya jika dimanfaatkan secara maksimal.

    Ramadhan akan mencurahkan segala hikmah yang dibawanya untuk manusia yang benar-benar beriman dan memanfaatkan momen yang datangnya sekali setahun ini.

    Tiada waktu yang berlalu dengan sia-sia, semuanya bernilai dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

    Sangatlah merugi orang yang tidak memanfaatkan kebersamaannya dengan bulan ramadhan, dia telah menggagalkan diri sendiri, dia tidak berhasil menata kehidupannya.

    Dia tidak mampu mengalokasikan waktu perjalanan hidup sejak awal kehadiran di dunia hingga menuju akhir perjalanan hidupnya.

    Manusia menyadari sepenuhnya bahwa selama menapaki kehidupannya, sangat terlena dan lalai dalam memanfaatkan waktu.

    Rasa penyesalan timbul tatkala waktu berlalu tanpa ada atau hanya sedikit bekal akhirat yang ditanam dan ditimbun.

    Waktu yang ada sebahagian besar dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi perkembangan hidupnya. Jikapun bermanfaat, lebih banyak dipergunakan untuk menumpuk dan mengejar kehidupan dunia yang bersifat materialistis sementara hal-hal yang bersifat ukhrawi hanya sekedar menggugurkan kewajiban atau tidak dikerjakan sama sekali.

    Jika waktu telah lewat kesempatan terbuang percuma, terlebih daya dan kekuatan sudah mulai melemah dan tidak mampu lagi untuk melakukan kebaikan secara normal dan sempurna.
    Begitulah pentingnya waktu, karena dalam pandangan Islam, waktu termasuk salah satu nikmat Allah SWT yang sangat besar

    . Allah SWT dalam Al-Qur’an bersumpah dengan waktu. Salah satu firman-Nya terdapat dalam surat Al-Ashr ayat 1-3 yang artinya ”Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

    Rasulullah SAW bersabda “Dua nikmat yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Oleh karena itu, manusia akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan di dunia ini, dihadapan Allah SWT kelak (HR. Bukhari).

    Hasan Al-Banna mengatakan bahwa “waktu bukanlah barang berharga seperti emas sebagaimana dikatakan pepatah, namun ia jauh lebih mahal dari pada segala harta dunia lainnya. Waktu adalah kehidupan”. Orang barat menghargai waktu laksana ia memburu uang dengan ungkapan yang terkenal “Waktu adalah uang”.

    Ramadhan hadir kembali ditengah-tengah kehidupan manusia yang sedang berkutat dengan kerasnya kehidupan dunia untuk mengejar materi bahkan melalaikan waktu. Ramadhan yang waktunya sebulan telah memberikan bonus kepada manusia untuk memanfaatkan pada setiap tahap sepuluh harinya.
    Ramadhan datang membawa bonus bahwa setiap waktu yang dimanfaatkan oleh manusia pada hal yang baik semuanya mengandung ibadah dengan pahala yang berlipat dibanding waktu lain di luar bulan ramadhan.
    Ramadhan hadir untuk dijadikan kesempatan yang terbaik bagi manusia untuk bangkit dari keterlenaannya, dari kelalalainnya, dari aktivitas yang didominasi oleh hal-hal yang lebih duniawi.

    Ramadhan adalah bulan takaran dan timbangan yang dipergunakan untuk mengukur seberapa banyak waktu yang tercurahkan untuk hal-hal yang baik sepanjang usia kehidupan.
    Ramadhan hadir mengajak manusia untuk memanfaatkan sepuluh hari pertama yang o
    Penuh rahmat sebanyak mungkin, jikapun masih terlena masih ada kesempatan di sepuluh hari kedua yang penuh pengampunan, dan demikian pula masih ada sepuluh hari ketiga yaitu pembebasan dari api neraka untuk dikejar.

    Berbahagialah orang yang memanfaatkan momen ramadhan yang singkat ini, mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah seberapapun kecil dan kemampuannya.

    Namun disayangkan, masih ada manusia yang lalai dan terlena dan mensia-siakan kehadiran bulan ramadhan.
    Manusia golongan ini terus terlena dan lalai selama datangnya bulan Ramadhan.

    Ketika banyak orang yang bersuka cita karena telah memanfaatkan momen ramadhan yang waktunya singkat bahkan dirasakan masih kurang, ia ikut bersuka cita dengan amalan yang hampa, hatinya kosong, ia tidak mampu mensucikan dirinya, tidak mampu menghasilkan amaliah ramadhan. Ia adalah golongan orang yang merugi, ia menghabiskan waktunya tanpa ketaatan, ia terlena, dia orang takabur karena bulan ramadhan tahun berikutnya belum tentu diperolehnya.

    Ramadhan hadir dengan berlimpah nikmat karunia, rahmat, ampunan dan pahala bagi orang yang berpuasa. Ia datang membasahi kerongkongan yang kering, mengisi bekal yang masih kosong dan kurang, menimbun amalan yang masih sedikit.
    Ramadhan hadir dengan menghapus buih noda dan dosa.

    Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas niscaya ia akan diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa mendirikan Ibadah di bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas niscaya diampuni dosanya telah lalu.

    Ramadhan hadir bersama kita hanya sebentar, maka kita manfaatkan peluang untuk bergerak memburu manusia yang berderajat takwa. Implementas orang yang bertakwa adalah menunaikan seluruh kewajiban dan ditambah dengan ibadah-ibadah sunat.

    Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat lima waktu adalah timbangan harian; sholat jum’at adalah timbangan mingguan; puasa ramadhan adalah timbangan tahunan; dan ibadah haji merupakan timbangan usia”. Kita kebut ibadah mengikuti bergulirnya waktu di bulan suci ramadhan. Jika kita telah mampu memanfaatkan setiap detakan jarum detik, menit, jam, hari, minggu hingga berakhirnya bulan ramadhan, secara perlahan kita tengah menuju tangga kemuliaan untuk menggapai derajat takwa.

    selamat ber Buka Puasa

    (bersambung).