Ramadhan Yaa Ramadhan (1)

    Bima, Harian amanat.com,-Pembaca Yang Budiman, inilah seribu bulan yang kita tunggu.
    Selamat menyambut Ramadhan, dan mengisi Bulan yang penuh barokah ini, Harian amanat.com akan isi dengan Tausyiah dari para mubaligh Bima yang ada di Indonesia.

    Semoga tulisan ini bermanfaat…..

    MENYAMBUT DATANGNYA BULAN RAMADHAN 1442 H

    OLEH: DR. MUHAMMAD IRWAN H. HUSAIN, MP.

    MARHABAN YA RAMADHAN MUBARAQ 1442 H.

    Tiada terasa waktu berlalu, kini kita telah berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan 1442 H sebuah bulan yang dinanti dan diharapkan oleh semua insan beriman untuk bertemu kembali setiap tahunnya.

    Harapan itu merupakan hal yang wajar, karena banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, sehingga insan yang beriman akan merasa rugi bila tidak dimanfaatkan secara maksimal.

    Kehadiran bulan ramadhan tahun ini tatkala bangsa Indonesia masih berhadapan dengan pandemi Covid-19 yang secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak psikologis terhadap aktivitas masyarakat dalam segala aspek kehidupan. Terlebih khusus bagi masyarakat di Kabupaten Bima bulan ramadhan hadir setelah beberapa saat penduduk yang berada di 4 kecamatan telah mendapat ujian berat dari Allah SWT dengan terjadinya banjir bandang yang datangnya tidak diduga dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

    Masyarakat sebagai Insan yang beriman menyadari sepenuhnya bahwa musibah ini merupakan bentuk teguran langsung dari Allah SWT atas segala perilaku dan tindak tanduk yang sengaja atau tidak sengaja yang pernah dilakukan.

    Masyarakat banyak yang mengabaikan, melalaikan dan melupakan perintah Allah SWT.

    Manusia terlena dengan iming-iming nafsu yang mendorong untuk memperoleh hasil yang banyak dengan melakukan berbagai tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah bahkan menghalalkan segala cara, yang penting keinginan terwjud konsekwensi yang diterima dipikirkan belakangan.

    Namun sebagai insan beriman , adanya musibah dan bencana merupakan suatu pembelajaran yang dapat diambil hikmahnya.

    Manusia beriman yang pandai dan cerdas, musibah ini merupakan bahan untuk merubah dan memperbaiki segala sikap, prilaku yang tindakan yang salah untuk menuju jalan kebaikan, jalan yang lurus dan jalan yang benar.

    Musibah ini adalah pelajaran untuk menjadi manusia yang derajat keimanan dan ketakwaannya semakin bertambah.

    Bulan ramadhan datang untuk menjadikan manusia semakin takut untuk melanggar perintah Allah, untuk menjadi momen taubat total dengan tujuan akhir menggapai derajat takwa sepeti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183. Manusia takwa adalah manusia yang takut berbuat syirik, takut berbuat maksiat, takut berbuat dholim, takut berbuat jina, takut membunuh sesame manusia, takut untuk melakukan korupsi dan manipulasi, takut untuk menjadi seorang munafik yang tidak amanah, tidak menepati janji, berbicara bohong dan dusta.

    Ramdahan bulan mulia datang kembali untuk memuliakan manusia dari kenistaan sebagai hasil dari jajahan hawa nafsu.

    Ramadhan bulan suci kembali hadir untuk mensucikan hati dan jiwa manusia yang kotor, yang egois, kikir, pelit, rakus , dendam kesumat yang pemarah menjadi manusia yang ramah, sabar, pemaaf, dermawan, yang selalu memberi dan hidup sederhana.

    Ramadhan kembali mendatangi manusia beriman dengan membawa segala kenikmatan yang terkandung di dalamnya. Oleh karenanya orang menyambut kedatagannya dengan berucap Marhaban Ya Ramadhan, bulan Mubarak, bulan barekah, bulan mensucikan, bulan yang penuh rahmat dan kasih sayang, bulan yang penuh pengampunan, bulan yang Al-Qur’an diturunkan, bulan yang amalannya laksana beribadah 1000 bulan, dan lain-lain julukan yang diberikan kepada bulan Ramadhan.

    Rasulullah SAW telah bersabda “Sungguh telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, sedang pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

    Dalam bulan itu terdapat malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapat kebaikan pada malam itu, maka sungguh ia telah merugi (HR. Ahmad dan An-Nasya’i).

    Sungguh beruntung kita masih dipertemukan dengan bulan ini. Kita masih diberi peluang dan kesempatan untuk menambah pundi-pundi amaliah dengan melaksanakan rangkaian ibadah di dalamnya.

    Segala kenikmatan itu dapat digapai bila disertai niat dan tekad yang kukuh untuk melaksanakannya dengan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT. Janganlah menjadi orang yang merugi lantaran hanya menggugurkan kewajiban, sehingga tidak memperoleh apa-apa melainkan lapar dan dahaga saja.

    Selamat menyambut dan menjalankan ibadah puasa di hari pertama, semoga kita mampu melaksanakannya dengan baik dan mampu mengalahkan segala godaan nafsu yang dapat membatalkan ibadah puasa.

    Kita jadikan Ramadhan laksana lahan bagi para hamba Allah, untuk menanam benih-benih yang suci bersih yang mampu menghilangkan kekotoran dalam hati, yang disirami dengan nilai-nilai ibadah sebagai manifestasi insan yang beriman dan bertakwa.

    Selamat berbuka Puasa…..

    (bersambung).