Bintang Mahaputera Nararya Untuk Putra Bima

Bima, Harianamanat.com,-   “Pendidikan itu adalah hal utama, karena itu adalah bekal setiap orang dikemudian hari.”

Kegairahan untuk menempuh pendidikan mulai tampak sejak  Farouk Muhammad masih duduk di bangku SMA. Pada tahun 1968, ketika tengah mengikuti ujian akhir SMA, Farouk sapaan akrabnya mengikuti seleksi calon Taruna Akabri. Dan diluar dugaannya selain diterima sebagai calon taruna KABRI Kepolisian, Pemuda Farouk juga lulus test Akabri Darat, dan Farouk memilih untuk menjadi Polisi.

Farouk  Muhamamd yang Lahir di Bima, 17 oktober 1949 akhirnya LULUS Akbari dengan nilai cemerlang pada tahun 1972 bersama dengan mantan Kapolri Jendral Drs. Da’I Bachtiar, SH.  Memanfaatkan kesenjangan waktu di tempat tugasnya di pedalam timor pada tahun1974, Farouk mulai pergi pulang kampung untuk mengikuti kuliah di fakultas Hukum Universitas  Nusa  Cendana.  Tapi karena kesibukannya  Farouk hanya sempat memperoleh gelar sarjana muda hukum ( SmHK ).

Pada tahun 1979, Sebagai Perwira Muda dirinya kaget saat dipanggil untuk meneruskan menjadi  mahasiswa PTIK sampai akhirnya tahun 1981 memperoleh gelar Doktorandus ( Drs). Setelah tamat PTIK, Farouk sibuk sebagai  Perwira Staf pada Staf Perencanaan dan anggaran ( Srena ) Polri selepas PTIK.

 Farouk mengawali kariernya sebagai asisten dosen pada almamaternya untuk mata kuliah Menajemen Informasi Kepolisian.

Setelah mengantongi pengalaman sebagai Kapolres Cilegon 1986-1989 dan Kapolres Cianjur 1989-1990, dan ketika itu pula ditugaskan sebagai Perwira Staf  Asiten Dosen Kriminologi PTIK 1990-1993.

Letkol Pol. Drs. Farouk melanjutkan kuliah pada intitut bisnis dan menajemen jayakarta ( IBMJ ) jakarta.1991-1993.

Letkol polisi Farouk ti dak hanya menjadi mahasiwa IBMJ, tetapi juga mahasiswa Fakultans Hukum Universitas Pancasila 1992-1994.

Kemudian  Farouk yang Letkol kuliah di Oklahoma City University, Oklahoma AS dan Florida State University Tallahasee, AS tahun 1994-1998.

Farouk  memiliki karier cemerlang di instansi Polri,  diantaranya menjadi Kepala Biro Organisasi dan ketatalaksanaan ( ortala ) Dephankam tahun 1999-2000.

Kapolri melantik  Irjen Pol Farouk Menjadi Kapolda NTB tahun 2001-2002, kemudian ditugaskan menjadi Kapolda Maluku 2002-2003.

Dan Hingga saat  ini Farouk Muhammad adalah Guru Besar PTIK bidang Kriminalogi dan Sistim Peradilan Pidana.

Selain memiliki Karier yang cemerlang Farouk Muhammad pun mendapatkan berbagai penghargaan sebagai berikut ;  Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun,  Satya Lencana Ksatria Tamtama, Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Dwija Bintang Bhayangkara, Naranya Bintang Bhayangkara pratama.

Setelah purna tugas dari kepolisian  Prof. DR.Irjen Pol ( Purn ) Farouk Muhammad terpilih menjadi anggota DPD RI tahun 2009-2014 dan tahun 2014-2019. Pada Pemilu Legislatif tahun 2014-2019 Farouk  memperoleh perolehan suara tertinggi  yakni 152.306 dan Farouk  pun dipercaya menjadi Wakil Ketua DPD RI periode tahun 2014-2019. Pria  yang  menikah tahun 1976 ini dikaruniai tiga orang anak dan dua  orang cucu.

Saat ini Prof.DR.Irjen Pol (Purn ) Farouk Muhammad bertugas sebagai  Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI tahun 2020-2024, dan Dosen Tetap Pada STIK-PTIK.

Dan tepatnya  kamis, 13 Agustus 2020 di Istana Negara, Pof. DR. Irjen Pol. (Purn ) Farouk Muhammad mendapatkan Penghargaan dari Presiden RI. Ir. Jokowidodo  di Istana Negara yakni sebuah Penganugerahan Tanda Kehormatan  Bintang Mahaputera Nararya.  ( Sri Miranti )