Si Mungil….Bidan Desa dari Oi Tui….

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Bima, Harian amanat.com,-  Menjadi Bidan itu adalah pekerjaan yang sangat mulia…dan sangat  dibutuhkan oleh masyarakat. Khususnya bagi Ibu hamil untuk memeriksakan kandunganya. Pelayanan seorang Bidan bisa hingga 24 jam untuk persalinan.  pelayanan seorang bidan kerap menjadi pilihan utama bagi wanita hamil di seluruh wilayah kabupaten Bima.

Adalah seorang Putri Mulyati, salah satu bidan yang melayani masyakarat di desa Oi Tui Kecamatan Wera. Jika dilihat dari posturnya yang mungil dan ramping, orang tidak akan percaya dia adalah Bidan Desa. Kecil tapi lincah…ulet…tiada rasa  takut..tak kenal lelah…dia melayani dengan tulus setiap pasien hamil di desanya.  “ saya sering melayani pasien melahirkan dimalam hari, jadi untuk mengantar pasien yang akan melahirkan dari desa Oi- Tui ke desa Pai itu jauh…ada 8 kilo jaraknya dari sini…karena keberadaan postu itu di desa Pai…”ujarnya.

Pernah saat dimasa awal dirinya jadi sukarela, ada seorang  pasien yang akan melahirkan saat larut malam, sedangkan  dirumahnya tidak memiliki alat perlengkapan persalinan, karena dirinya hanyalah Bidan Sukarela yang belum bisa memiliki Klinik Persalinan.  “ tengah malam…rumah di gedor…sementara pasiennya sudah tidak tahan dengan sakit perutnya….setelah saya periksa..belum ada bukaan..jadi saya suruh pasiennya besok pagi ke Postu saja..tapi pasien itu tidak mau pulang..jadi tidur dirumah saya…subuh saya antar ke postu.”ujarnya.

Putri sapaan akrab bidan ini, bercita-cita bisa menjadi ASN…karena selama 4 tahun ini dia hanya Bidan Sukarela, sedangkan Bidan lain tidak tinggal diwilayah Oi Tui. ” Jadi terkadang saya melayani pasien hamil atau persalinan mendadak, “ungkapnya.

Putri yang bercita-cita bisa memiliki Klinik Persalianan sendiri ini berkisah tentang pengalaman yang tidak akan membuatnya lupa ketika menolong pasien melahirkan di atas pik up…. “ saat itu sudah jam satu dini hari…diluar ada orang menangis…saya pikir itu orang iseng…tapi ketika suara tangisan ibu  itu menjerit dan memanggil Ibu Bidan….bantu ja niii.. kombi mada nee ra nggana ake niii… baru saya lari keluar rumah….kaget saat lihat ibu itu tidur diteras….saya  lari ke tetangga yang  kebetulan baru beli mobil pik ap…Alhamdulillah…tetangga  mau membantu….kami jalan menuju postu di  desa Pai ….ditengah jalan pas depan masjid Kala Jena ibu itu beteriak lagi….mobil saya suruh berhenti…ternyata pasien sudah bukaan lengkap…jadi harus siaga menolong pasien…pasien sudah mengalami kontaksi….dan akhirnya…saya pasrah….bismillah…yaa allah…bantu hamba…saya bantu persalinan diatas mobil pik ap itu….ibu itu melahirkan….alhamdulillah selamat….setelah itu ngebut ke postu desa Pai…”ungkapnya sembari menahan haru.

Menurutnya, sebenarnya ada Postu di desa Tawali yang  jaraknya lebih dekat dengan Oi Tui, tetapi karena aturan apalagi sebagai bidan sukarela, Ia tidak berani melanggar.

Sebagai bidan , diakuinya ada aturan yang harus dipenuhi, salah satunya larangan menangani pasien dengan kondisi khusus seperti hamil kembar, dan juga ibu hamil dengan resiko yang bisa  membahayakan bayi dan ibu nya. Namun ia dihadapkan dengan kondisi pasien yang datang sudah dalam keadaan lengkap, ini yang sulit untuk ditolak. Mestinya dirujuk kerumah sakit atau Puskesmas terdekat, ungkapnya.

Saat ini dia hanya terus lakukan sosialisasi di Postu agar ibu hamil rutin periksakan kehamilannya agar bisa cegah kasus yang berisiko saat melahirkan.

Dan untuk memudahkan membantu Pasien baik pasien bersalin maupun penyakit lainnya,  dia telah meminta langsung kepada Kades oi Tui agar ADD nya diperuntukan juga buat Mobil Ambulance.”saat Bupati Kunker Ke Oi Tui, saya meminta agar Umi Dinda beritaukan Pak Kades…untuk membeli mobil ambulance dari Anggaran Dana Desa…Alhamdulillah..sudah disetujui..dan saya sendiri akan mendapatkan bantuan mesin jahit dari Bupati…mesin jahit tersebut untuk saya jahitkan masker yang akan di bagikan gratis kepada warga desa Oi Tui, ” ujar Lulusan Akademi Kebidanan Makassar ( Yapma ) ini kepada harian amanat.com.( 045)