Ardiwin,SH ; ” Mahalnya Rapit Tes…

Bima,Harian amanat.com,- Tidak mudah bagi para pemudik yang akan balik keperantauan, atau pekerja yang akan balik setelah di rumahkan , dan juga bagi para pebisnis untuk keluar daerah Bima. Karena harus membuat persyaratan sehat berupa Surat keterangan kesehatan dari Puskesmas  dan Hasil Rapit Test. Tidak jarang mereka harus bolak balik lantaran tak dapat menunjukan  dua surat tersebut.

Mereka yang  tidak memiliki surat keterangan tetapi  sudah melakukan rapit test pun terpaksa harus mencari puskesmas.  ada sebahagian dari para pedagang antar pulau yang harus melakukan rapit test. Dan itupun tidak murah, sangat mahal bagi para  pemudik yang merupakan pekerja biasa atau pedagang antar pulau. Mereka rela  merogoh kocek RP. 650 ribu demi memperoleh surat sudah mengikuti rapit test.

Mahalnya surat keterangan rapit tes tersebut mendapat tanggapan dar i Ardiwin,SH anggota DPRD Kab Bima dari fraksi PPP. “ saya berharap, Kadis Kesehatan dan Kepala RSUD Bima bisa  menjelaskan soal mahalnya  harga rapit tes daripada biaya  naik pesawat tersebut,” ujarnya mengintretupsi sidang laporan Pertanggung jawaban APBD ,  kemarin senin 15 juni 2020 di gedung DPRD kab Bima.

Menurutnya  harga rapit tes yang  lebih mahal dibandingkan ongkos  perjalanan ke Jakarta atau tiket pesawat ke Bali itu sangat membebani rakyat. “ berapa  sih upah buruh, semuanya habis untuk rapit tes, belum lagi jika  mereka harus naik pesawat dan tertunda..bisa  jadi akan diadakan rapit tes ulang, itu sangat membebani, padahal di daerah lain ada yang  gratis,” ujarnya.

Oleh karenanya soal biaya rapit test  yang  mahal ini akan di sampaikan dalam sidang  fraksi dan komisi DPRD Kabupaten Bima. Ujarnya. ( 045)

---Katakanlah ; “Aku berlindung kepada Tuhan Yang memelihara dan menguasai manusia.” QS. An Nas. Ayat 1.-----